TANDA LAHIR PADA BAYI/ ANAK… KAPAN PERLU DIPERIKSAKAN KE DOKTER?

Pada bayi/ anak sering timbul tanda lahir baik berupa bercak merah (hemangioma) atau bercak kebiruan (mongolian spot). Seringkali orangtua (apalagi bila ini anak pertama) bingung & bertanya-tanya apakah ini bahaya, apakah perlu obat, apakah perlu operasi dlsb. Nah, di bawah ini panduan apakah tanda lahir cukup dipantau orang tua atau sudah perlu dibawa ke dokter..

  • Mongolian spot, yaitu bercak kebiruan di bokong yang ukurannya bervariasi antara 1-10 cm2. Bercak ini dapat menetap sampai bayi berusia 1-2 tahun dan kemudian akan menghilang secara perlahan-lahan. Tanda lahir ini umum terjadi pada bayi normal dan tidak perlu dibawa ke dokter.
  • Hemangioma, yaitu tumor jinak/ benjolan biasanya timbul sejak lahir atau beberapa saat sesudah lahir. Awalnya berupa bercak merah yang kemudian bisa membesar. Pertumbuhannya relatif cepat dan dalam beberapa bulan berwarna merah terang dan pada perabaan terasa keras. Biasanya seiring dengan bertambahnya usia (setelah usia 1 tahun dan bisa berlangsung hingga usia 5 tahun) benjolan ini akan mengecil dengan sendirinya. Kapan perlu di bawa ke dokter? BIla timbul luka dan koreng pada kelainan tersebut, bila benjolan mudah berdarah, pertumbuhannya sangat cepat, tidak mengecil walau anak sudah besar dan bila letak benjolan di daerah vital (dekat mata, lubang hidung, sekitar mulut dan kelamin).

Semoga info ini membantu orangtua dalam menjaga kesehatan buah hati tercinta ya🙂

 

April 3, 2014 at 10:23 am Tinggalkan komentar

BILA HATI SEDANG GALAU

Kadangkala (atau seringkali ya?) kita merasa galau..hati rasanya nggak enak.. nah dalam kondisi begini yang biasanya bisa lebih sabar menghadapi sesuatu jadi pingin uring-uringan bahkan untuk sesuatu yang sebenarnya sangat sepele..

Kalau sudah begitu apa yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki ‘mood’? Supaya tidak berkepanjangan dan membuat kita terpuruk serta malah melakukan hal-hal yang negatif maka yang harus dilakukan sebenarnya sederhana saja, yang penting kita bisa cepat menyadari ‘wah..hati lagi galau nih..’. Ingin tahu caranya? Ini saya bagi pesan salah seorang guru saya “Bila hati sedang senang/ lega, kita akan lebih mudah sabar, memaafkan, mengalah, memberi dst (perbuatan yang positif) dan begitu juga sebaliknya kalau hati lagi sumpek kita jadi nggak sabaran, dendam, maunya menang sendiri, pelit dst.. untuk mengatasinya jangan bengong, pasif, nganggur atau melamun..tapi lakukan sesuatu yang membuat hati senang (tentunya yang positif ya). Dengan hati senang maka semua perbuatan baik akan lebih mudah kita lakukan”.. Dan dengan perbuatan baik yang kita lakukan tentunya akan menambah rasa lega yang nantinya semakin meningkatkan semangat untuk berbuat baik yang lebih banyak dan hati kita otomatis akan ikut semakin nyaman..

Naaah..untuk yang lagi galau cepat cari aktivitas yang menyenangkan yang bermanfaat, bisa ke toko buku cari bacaan yang asik, bisa olah raga, bisa ketemu / telepon sahabat, bahkan bisa dengan beberes meja/laci/ kamar…atau akan lebih baik lagi bila kita segera berkomunikasi ‘langsung’ dengan Allah..yang punya obat semua penyebab galau… ayo temukan segera, dan hidup akan terasa lebih indah🙂

April 2, 2014 at 10:29 pm Tinggalkan komentar

Menderita nurodermatitis? Hindari cemas berlebihan..

Neurodermatitis adalah suatu peradangan pada kulit ditandai dengan gejala yang sangat gatal dan seringkali membuat penderita menggaruk/ menggosok sedemikian rupa sehingga pada keadaan yang kronik menyebabkan penebalan kulit/ likenifikasi.

Penyakit ini sering timbul pada orang yang mudah cemas, sedang stress emosional dan pada orang yang kurang istirahat. Jarang ditemukan pada anak-anak dan sering dijumpai pada usia 30-50 tahun. Wanita dilaporkan lebih sering menderita penyakit ini dibanding pria. Lokasi gatal yang sering adalah punggung kaki dan tengkuk, meski bisa juga timbul di daerah kemaluan, tangan dan leher bagian samping.

Untuk menanggulanginya selain antihistamin, salep untuk mengurangi peradangan & menipiskan kulit yang menebal serta obat-obat lain yang bisa jadi pilihan, perlu juga dilakukan perubahan pola hidup/pola pikir. Istirahat yang cukup serta mengatasi stress yang terjadi akan banyak membantu mengurangi penderitaan gatal. Bila diperlukan konsultasi dengan psikiater merupakan langkah yang baik.

Sehubungan dengan mengapa wanita lebih sering menderita neurodermatitis ini, saya pernah bertanya kepada seorang psikiater- dr Achmad Salim Sungkar, SpKJ- apakah secara umum wanita memang lebih mudah cemas? Beliau kurang lebih menjawab bahwa kodrat setiap orang, termasuk wanita & pria tidak sama. Kenyataannya di seluruh dunia wanita-lah yang hamil, menyusui dan perlu emosi yang lebih kuat dibanding pria agar bisa memberi kasih sayang yang cukup bagi anak yang diasuhnya. Tetapi emosi yang kuat ini juga berakibat wanita lebih ‘peka’ pada masalah-masalah yang terjadi dalam kehidupan sehingga bisa timbul psikosomatis (sakit pada tubuh yang diakibatkan karena stress psikis). Karena itu pada wanita penyakit ini lebih sering timbul.

Memang tidak ada yang sempurna (tentunya selain Yang Maha Kuasa), di mana ada kelebihan, di situ pasti ada kekurangan. Tugas kita untuk menyadari kelebihan & mengoptimalkan manfaatnya serta mengetahui kekurangan & mengatasinya sehingga hidup bisa lebih nyaman & bahagia..

Maret 30, 2014 at 12:20 pm Tinggalkan komentar

KOSMETIK UNTUK KULIT BAYI

Seperti halnya kulit dewasa, kulit bayi pun memerlukan perawatan agar tetap sehat. Namun karena kondisinya yang lebih tipis dan halus tentu produk untuk bayi juga dipilih yang khusus yaitu yang lebih aman dan kurang iritasi dibanding produk untuk orang dewasa.

Ada 3 tindakan perawatan kulit yang diperlukan pada bayi :

Pembersihan kulit dari kotoran yang menempel pada kulit. Untuk ini diperlukan kosmetik pembersih berupa sabun. Sabun yang dipilih adalah yang agak berminyak dan netral (pH sekitar 5) karena bila pH-nya terlalu tinggi (9,5-11) kulit bayi bisa iritasi. Bila diperlukan dapat dipakai sabun hipoalergenik yang tidak berwarna dan tidak wangi, dua hal yang sering menimbulkan iritasi. Bayi yang sehat umumnya memerlukan mandi 2 kali sehari.

Pelembaban kulit agar sel-sel kulit tetap mengandung air yang cukup. Pelembab adalah bahan yang dapat memepertahankan atau menambah kandungan air dalam kulit. Pada kulit bayi yang sehat umumnya tidak diperlukan pelembab. Tetapi pada kulit bayi prematur kurang dari 30 minggu dan kulit bayi yang kering karena menderita eksim diperlukan pelembab dan pilih yang tanpa warna dan tanpa parfum.

Perlindungan/ proteksi kulit dari berbagai faktor lingkungan yang merusak kulit. Berbeda dengan orang dewasa, bedak pada bayi lebih bersifat untuk merawat dibanding sebagai dekoratif karena berisi bahan higroskopis yaitu mengeringkan dan juga menurunkan gesekan permukaan kulit yang dapat menghindari lecet. Namun penggunaan pada bayi juga harus hati-hati, jangan menyebabkan terhirup ke paru-paru (seringkali digosokkan di atas bayi) dan juga pada kondisi kulit bayi sedang menderita sakit tertentu tidak dianjurkan dulu memakai bedak.

Sumber :Wasitaatmadja, Sjarif M. Dermatologi kosmetik.Badan Penerbit FKUI, Jakarta, 2012 :158-60

Maret 22, 2014 at 9:42 am Tinggalkan komentar

Apakah acyclovir aman bagi wanita hamil?

Cacar air merupakan penyakit menular yang disebabkan virus varisela-zoster dan meskipun terutama menyerang anak-anak (kurang lebih 90% kasus terjadi pada anak berusia kurang dari 10 tahun namun juga bisa menyerang orang dewasa termasuk wanita hamil.

Pada kehamilan proses infeksi cacar air bisa mempengaruhi kondisi janin bila infeksi timbul di awal kehamilan dapat menyebabkan embriopati pada janin berupa pada kulit terjadi sikatriks/ jaringan parut, pada anggota gerak bisa terjadi kelainan otot dan tulang, pada susunan saraf pusat bisa timbul retardasi mental dan pada mata bisa timbul katarak. Sedangkan bila penyakit menyerang pada akhir kehamilan bisa timbul kematian janin/ bayi baru lahir.

Mengingat efek yang ditimbulkan cukup serius, maka wanita hamil yang mengalami cacar air berat harus diobati dan dari literatur disebutkan bahwa acyclovir  (yang merupakan obat antivirus yang dipakai pada infeksi cacar air) ternyata aman bagi wanita hamil.

Maret 21, 2014 at 9:47 am Tinggalkan komentar

Mencegah dan mengatasi ‘sunburn’

Mengisi liburan dengan berenang dan bermain air bersama anak-anak memang menyenangkan, dan karena asyiknya seringkali panas matahari yang menyengat tidak dirasakan. setelah sampai rumah, sekitar 2-8 jam kemudian barulah terkadang timbul keluhan merah terbakar pada area tubuh yang terkena paparan matahari.. Bagaimana mengatasinya? Pertama, berikan kompres dingin di area yang terkena.  Mengkonsumsi vitamin E natural dapat mengurangi inflamasi karena ‘sunburn’.  Nah, untuk perawatan lebih lanjut bisa datang ke pelayanan kesehatan dan mungkin akan diberikan krim tertentu yang harus memakai resep untuk penyembuhan yang optimal serta mencegah risiko timbulnya kehitaman bekas peradangan.

Bagaimana pun mencegah selalu lebih baik daripada mengobati, beberapa tips berikut mungkin bermanfaat untuk menghindari ‘sunburn’ :

  • hindari paparan matahari ketika sedang terik-teriknya (apalagi bila berenang/ bermain air, sinar matahari juga di-refleksi-kan oleh air)
  • bila berenang (tentunya bukan malam hari) memakai sunblock/ tabir surya waterproof, pemakaian di ulang  sekitar 2 jam sekali
  • mengkonsumsi vitamin E natural 400 IU setiap hari dapat memberi perlindungan proteksi setara SPF 4

Literatur menyebutkan seseorang yang pernah mengalami ‘sunburn’ yang parah memiliki risiko 2 x lipat untuk terkena kanker kulit dan anak-anak/ orang dewasa yang pernah terkena dua kali ‘sunburn’ risiko untuk terkena kanker kulit meningkat menjadi 3x lipat..

Sekian dulu posting kali ini, semoga kesempatan lain bisa membahas lebih banyak tentang efek radiasi matahari pada kulit kita..

Juni 5, 2011 at 3:29 pm Tinggalkan komentar

PENELITIAN KUSTA

Perbandingan Kadar Titer ASTO pada penderita kusta dengan ENL dan tanpa ENL

Maria Ulfa, Sunarko Martodihardjo, Cita Rosita SP

 

ABSTRAK

Latar belakang : ENL atau reaksi kusta tipe 2 merupakan komplkasi yang sering dijumpai pada kusta tipe BL dan LL. Salah satu pencetus timbulnya ENL adalah adanya infeksi bakteri dan telah diketahui bahwa  pada penderita kusta rentan untuk timbul infeksi streptokokus. Dilakukan tes ASTO untuk mendeteksi adanya antibodi serum terhadap antigen streptokokus.

Tujuan : Untuk mengetahui peran infeksi streptokokus sebagai pencetus ENL pada penderita kusta.

Metode : Dilakukan studi dengan disain potong lintang terhadap 32 penderita kusta dengan ENL dan 32 penderita kusta tanpa ENL yang dirawat di unit rawat jalan dan unit rawat inap RSU Dr. Soetomo Surabaya selama bulan April dan Mei 2008. Pada  seluruh penderita dilakukan tes ASTO, dan sebagai nilai normal dipakai patokan kurang atau sama dengan 200 IU. Pada kedua kelompok hasil tes ASTO dibandingkan dan dilakukan tes menggunakan Chi Square untuk melihat adanya perbedaan diantar dua kelompok tersebut.

Hasil : Hasil tes ASTO > 200 IU terdapat pada 53,1% penderita dengan ENL dan 18,8% penderita tanpa ENL. Terdapat perbedaan yang bermakna di antara kedua kelompok tersebut dengan p = 0,009. Perbedaan yang bermakna ini terutama terdapat pada kelompok BL dengan ENL dan tanpa ENL.

Kesimpulan : Terdapat perbedaan titer ASTO yang bermakna antara penderita kusta dengan ENL dan tanpa ENL.

Kata kunci : ENL, ASTO

 

 

ABSTRACT

Background : ENL or type 2 lepra reactions complicate lepromatous leprosy and borderline lepromatous leprosy. Bacterial infection is one of the factor known to precipitate ENL and patients with leprosy are probably more susceptible to streptococcal infection. ASTO test is performed to detect and measure serum antibodies against streptococcal antigen.

Objective : to study the role of streptococcal infection in leprosy patients with ENL

Methode : Using a cross sectional design study, 32 leprosy patients with ENL and 32 leprosy patients without ENL of Dermato-Venereology outpatient and inpatient clinic Dr. Soetomo Hospital Surabaya from April and May 2008 were examined for ASTO test. The ASTO test of leprosy patient with ENL and without ENL were compared and the Chi Square test were used to find out the differences between two groups.

Result : The ASTO titer > 200 IU was 53,1% in the group with ENL and 18,8% in the group without ENL. It show significant difference between two groups (p=0,009). The difference especially found in BL type.

Conclusion : ASTO titer is significantly different between the group with ENL and without ENL.

Key words : ENL, ASTO

November 5, 2009 at 6:01 am 1 komentar

Pos-pos Lebih Lama


jumlah kunjungan

  • 124,344 kunjungan
Desember 2016
S S R K J S M
« Apr    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031