PENGOBATAN JERAWAT DALAM MASA KEHAMILAN

Oktober 28, 2008 at 7:18 am 3 komentar

Seperti pengobatan untuk penyakit lain, satu hal yang menjadi pertimbangan utama untuk memilih obat jerawat dalam kehamilan adalah apakah obat tersebut benar-benar aman untuk janin. Obat-obat yang meski pun efektif untuk pengobatan jerawat tetapi diketahui memiliki risiko bagi perkembangan janin harus benar-benar dihindari. Sehingga, seorang wanita yang menjalani perawatan untuk jerawat harus memberi informasi kepada dokternya sesegera mungkin begitu ia diketahui hamil.

Dibanding obat-obat oral/ yang harus diminum, tentu pengobatan topikal/oles lebih disarankan. Dari kepustakaan disebutkan bahwa obat topikal seperti benzoil peroksida dan eritromisin dapat dipakai dengan aman pada wanita hamil. Sedangkan obat topical retinoid harus dihindari.

Bila terpaksa memberi obat oral, yang aman digunakan adalah eritromisin. Antibiotika lain yang sering digunakan untuk pengobatan jerawat seperti tetrasiklin dan kotrimoksazol harus dihindari. Selain itu, pemakaian obat hormonal dan isotretinoin sistemik benar-benar dilarang selama masa kehamilan.

Entry filed under: Kesehatan Kulit. Tags: , , .

Eritroderma Apa saja sih penyebab rambut rontok ?

3 Komentar Add your own

  • 1. seftlogos  |  Oktober 28, 2008 pukul 4:27 pm

    Jerawat menurut Louise L hay… salah satu penyebabnya dimungkinkan karena… ada emosi yang menyebabkan tidak menerima diri sendiri secara utuh….

    Balas
  • 2. asuna17  |  Oktober 30, 2008 pukul 4:50 am

    Promosikan artikel anda di http://www.infogue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema, Musikgue & game online untuk para netter Indonesia. Salam!
    http://penyakit.infogue.com/pengobatan_jerawat_dalam_masa_kehamilan

    Balas
  • 3. mariasonhaji  |  November 7, 2008 pukul 10:46 pm

    terima kasih ya atas tanggapan dan masukannya. saya setuju bahwa tidak menerima diri sendiri akan memperburuk jerawat yang ada. tahun 2003 peneliti di Stanford University mempublikasikan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa dengan adanya stres, gelisah, cemas dan ketegangan maka akan terjadi perubahan hormon dan substansi neuroaktif yang sangat berpengaruh terhadap terjadinya jerawat.. jadi bagi penderita jerawat memang sebaiknya menerima diri sendiri sambil melakukan pengobatan yang rasional, agar jerawat tidak semakin memburuk.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


jumlah kunjungan

  • 124,344 kunjungan
Oktober 2008
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

%d blogger menyukai ini: