Berbagai jenis krim pencerah/pemutih

Oktober 22, 2008 at 4:59 am 2 komentar

Telah diketahui bahwa lesi pigmentasi yang menimbulkan flek-flek di wajah seperti frekel, lentigen, melasma mekanisme terjadinya karena meningkatnya produksi melanin di kulit. Melanin adalah pigmen yang memberi warna pada kulit, dan ini diproduksi melalui serangkaian proses yang kompleks yang terutama tergantung pada aktifitas enzim tirosinase. Bahan kimia yang dapat menghambat enzim inilah yang dapat berfungsi sebagai krim pemutih.

Lesi pigmentasi di kulit dapat superfisial/ dangkal (di lapisan epidermis) atau dalam (di lapisan dermis). Penentuan ini sangat penting untuk penanganan terapi karena untuk jenis yang dangkal seringkali didapatkan kemajuan dengan krim-krim pemutih, sedangkan untuk lesi yang lebih dalam mungkin diperlukan kombinasi dengan terapi bentuk lain.

Bila dipakai bersamaan dengan regimen perawatan kulit yang lain, biasanya krim pemutih dioleskan pertama kali, setelah itu baru krim yang lainnya.

Di bawah ini adalah beberapa krim pencerah/pemutih yang paling banyak tersedia.

Hidrokuinon. Diantara berbagai jenis krim pemutih, hidrokuinin adalah yang paling sering digunakan di dunia. Hidrokuinon adalah penghambat kuat enzim tirosinase dan efektif mengurangi produksi melanin . konsentrasi yang biasa dipakai adalah 2-4%. Konsentrasi yang lebih tinggi dari 5% tidak direkomendasikan karena berhubungan dengan kejadian iritasi kulit dan okronosis yaitu efek paradoks dan menggelapnya warna kulit pada tempat dimana hidrokuinon dioleskan – suatu efek samping yang jarang ditemukan dan dilaporkan terutama pada penderita di Afrika.

Azelaic Acid. Azelaic acid diresepkan dalam bentuk krim 20% dan efikasinya sebanding dengan hidrokuinon 4%. Efek samping yang sering dikeluhkan adalah gatal dan rasa panas yang sifatnya hanya sementara.

Kojic acid. Ini digunakan dengan konsentrasi 1-4%.

Arbutin. Arbutin adalah bahan yang sering dipakai pada pemutih yang diproduksi di Jepang. Meski belum banyak penelitian yang dapat membuktikan bahwa arbutin efektif menghambat enzim tirosinase, tetapi pada beberapa studi terbukti zat ini dapat memberi manfaat pada penderita dengan lesi pigmentasi.

Zat pemutih lain. Beberapa bahan memliki efek mencerahkan/memutihkan kulit seperti ekstrak licorice/ glabridin dan turunan asam askorbat seperti magnesium ascorbyl phosphate.Efikasi klinis dari bahan-bahan ini masih dikembangkan.

Sumber : Skin rejuvenation, National Skin Centre Singapore 2006

Entry filed under: Kesehatan Kulit. Tags: , , .

Melasma/ flek pada wajah Eritroderma

2 Komentar Add your own

  • 1. erensdh  |  Maret 7, 2009 pukul 2:18 am

    Mbak, banyak kenalan saya jadi korban krim pemutih, kasian tuh mbak!

    Balas
    • 2. mariasonhaji  |  Maret 9, 2009 pukul 2:35 am

      setuju, emang kasian. sebenarnya mnrt sy yg penting adalah kulit yg bersih (bukan putih) dan sehat. tp pandangan kebanyakan org skrg adalah yg ‘bagus’ itu kulit yg putih. akibatnya byk org memakai krim yg bs memutihkan tanpa tau keamanannya dan petunjuk pemakaian yg benar..

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


jumlah kunjungan

  • 124,341 kunjungan
Oktober 2008
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

%d blogger menyukai ini: