Ayah mencuri harta milik sang anak. Bagaimana?

September 23, 2008 at 6:30 am 1 komentar

Dikisahkan, saat Rasulullah masih hidup, datanglah seorang pemuda yang mengadu kepada Beliau tentang ayahnya yang suka mencuri harta milik sang anak. Rasul SAW berujar : “Panggilah ayahmu untuk menghadapku”.

Saat pemuda itu pergi untuk memanggil ayahnya, maka datanglah Malaikat Jibril AS menghampiri Rasulullah SAW. Jibril berkata : “ Wahai Muhammad, bila ayah pemuda itu datang, maka tanyakanlah padanya apa yang telah ia ucapkan dalam hati dan tidak terdengar oleh kedua telinganya”.

Beberapa saat kemudian, sang pemuda datang menghadap Rasulullah sambil membawa ayahnya. “ Wahai Bapak, anakmu mengadu bahwa engkau telah mencuri hartanya, apakah hal ini benar?”

Maka sang ayah menjawab, “ Ya Rasul, silakan tanya kepadanya telah aku apakan uangnya, apakah aku berikan kepada bibinya atau aku makan sendiri?”

Rasulullah SAW lalu menukas,”Izinkan aku untuk tidak membahas hal ini. Namun bolehkah aku tahu apa yang telah kau ucapkan dalam hati dan tidak terdengar oleh kedua telingamu?”

“Demi Allah, aku semakin percaya bahwa engkau adalah utusan Allah. Aku memang telah mengucapkan sesuatu dalam hati yang tiada terdengar oleh kedua telinga ini”, ujar sang ayah.

Kata Rasul, “Sampaikanlah ucapanmu itu!” Ayah pemuda tadi lalu membaca sebuah syair yang ia gubah untuk si pemuda buah hati dan belahan jiwanya.

Saat engaku lahir aku memberimu makanan

Saat kau beranjak besar, aku selalu setia menjagamu

Engkau diberi minum atas jerih payahku

Jika kau sakit, di malam hari selama itu, mataku tak terpejam

Hingga tubuhku limbung sebab kantuk yang menyerang

Seolah akulah yang sakit, bukan engkau

Wahai anakku, aku meneteskan air mata sebab khawatir engkau akan mati

Padahal aku tahu bahwa ajal manusia telah digariskan

Saat engkau beranjak dewasa, saat di mana telah pantas aku menggantungkan diri padamu

Kau balas diriku dengan kekerasan dan kekasaran

Seakan engkau adalah satu-satunya pemberi kebaikan padaku

Andai saja ketika itu tak dapat ku penuhi hakku sebagai ayah

Kau perlakukan aku tak ubahnya seperti seorang jiran yang hidup bertetangga.

Usai mendengar syair tersebut, Rasulullah SAW terharu lalu menghardik sang anak dengan sabdanya,” Anta wa maaluka li abiika. Engkau dan hartamu adalah milik ayahmu.” (HR. Abu Daud & Ibnu Majah)

Kisah di atas saya kutip dari majalah Wanita (suplemen Republika) edisi September 2008 mengajarkan pentingnya menyayangi dan berbakti kepada orangtua. Bahkan, bagaimanapun keadaannya. Apalagi bila orangtua kita lebih baik dari seorang ayah di kisah tersebut. Semoga bermanfaat & dapat menjadi bahan renungan bagi saya dan pembaca…

Entry filed under: Belajar agama. Tags: , , .

Waspadai sinar matahari! Kenali faktor-faktor yang mempercepat penuaan dini pada kulit

1 Komentar Add your own

  • 1. aisonhaji  |  September 23, 2008 pukul 9:00 am

    Wah, postingan-nya bagus banget. Ini bisa mengingatkan para ayah yang sempat baca blog ini untuk meningkatkan doa-nya agar anak-anaknya tidak seperti pemuda tadi dan lebih mengkuatkan bakti pada Bapak-nya yang masih hidup agar bisa sedikitnya membalas budinya.
    Selamat ya.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


jumlah kunjungan

  • 124,341 kunjungan
September 2008
S S R K J S M
    Okt »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

%d blogger menyukai ini: