Jerawat … apa itu ?

September 21, 2008 at 2:23 am 2 komentar

Jerawat…yaa jerawat, siapa sih orang yang nggak mengenal kata yang satu ini? Banyak orang, utamanya remaja pernah dipusingkan dengan jerawat. Dari sedikit pusing karena hanya 1-2 jerawat muncul waktu mau datang bulan, sampai yang bikin pusing tujuh keliling bahkan stres berat karena wajah dipenuhi jerawat.. Berbagai usaha dilakukan untuk mengenyahkan ’asesori’ yang tidak diinginkan ini. Saran dari tetangga, sesepuh, teman, iklan dan lain sebagainya telah dilakukan. Tapi, terkadang semakin berusaha disingkirkan justru semakin banyak yang muncul. Selain itu, mitos-mitos seputar jerawat pun simpang siur sehingga menambah bingung bagi penderita jerawat untuk mengatasinya. Karena itu, di sini saya akan berbagi berbagai hal tentang jerawat yang sumbernya sebagian besar saya ambil dari ”Acne, facts and tips for clear skin” dari National Skin Center Singapura. Dengan pengetahuan yang benar, diharapkan penderita jerawat dapat mengatasinya dengan benar pula, sehingga masalah dapat diatasi tanpa menimbulkan masalah baru…

Apakah Jerawat itu?

Jerawat adalah keradangan kelenjar yang memproduksi sebum atau minyak pada kulit, yang menghasilkan terbentuknya komedo tertutup (whiteheads), komedo terbuka (blackheads), atau benjolan yang meradang berwarna merah dan berisi nanah. Jerawat paling sering muncul (80%) pada remaja dan dewasa muda usia 11-30 tahun. Jerawat terbentuk karena keterlibatan berbagai faktor yaitu genetik, hormon, produksi sebum yang berlebihan, tertutupnya pori-pori, bakteri dan respon kekebalan tubuh.

Faktor-faktor apa saja yang membuat jerawat semakin memburuk?

Banyak faktor yang membuat jerawat menjadi semiakin memburuk. Diantaranya adalah :

  • Memencet jerawat
  • Pada 40% wanita jerawat timbul ketika akan menstruasi
  • Stres
  • Pemakaian krim dan obat oles yang tidak semestinya
  • Konsumsi obat-obatan tertentu
  • Iklim
  • Pekerjaan

Mitos-mitos yang berkembang seputar jerawat…

  • Makanan tertentu menyebabkan jerawat
  • Makanan berwarna hitam menyebabkan bekas jerawat menjadi hiperpigmentasi (kehitaman)
  • Memencet jerawat mdapat membuka pori-pori dan membantu penyembuhan jerawat
  • Higiene yang buruk menyebabkan jerawat
  • Semua make-up harus dihindari
  • Sinar matahari memperburuk jerawat

Faktanya…

Menurut literatur, belum ada bukti bahwa diet berperan penting pada timbulnya jerawat sehingga sebenarnya pembatasan yang kaku terhadap makanan-makanan yang dianggap ’penyebab jerawat’ seperti coklat, kacang, gorengan tidaklah perlu dilakukan. Untuk menjaga kesehatan secara umum disarankan diet dengan tinggi serat, rendah lemak, garam serta membatasi gula.

Mengenai makanan gelap seperti kopi, yang disebutkan mengakibatkan hiperpigmentasi (warna kulit kehitaman) pada proses penyembuhan jerawat, secara medis tidak terbukti. Faktanya, kehitaman pada kulit disebabkan hasil dari proses peradangan.

Memencet-mencet jerawat adalah kebiasaan yang buruk yang sering dilakukan penderita dan bukannya jerawat menyembuh, yang didapat malah peradangan yang lebih luas. Bekas yang ditimbulkan pun jadi lebih buruk dengan kecenderungan jaringan parut yang timbul lebih dalam, dan bekas hitam yang lebih gelap dan lebih sulit untuk hilang.

Akibat pengertian yang salah bahwa jerawat timbul karena higiene yang buruk, penderita sering berusaha membersihkan wajahnya berulang kali dalam sehari dengan tekanan/gosokan yang berlebihan dan menggunakan pembersih yang abrasif sehingga yang didapat adalah kulit wajah semakin iritasi, merah dan meradang. Yang dianjurkan adalah membersihkan wajah secara lembut memakai pembersih yang ringan dengan frekuensi 2-3 kali sehari. Tindakan ini dapat membantu mengangkat minyak pada permukaan kulit tanpa menyebabkan iritasi yang tidak diinginkan

Mengenai make-up, memang dianjurkan untuk menghindari oil based make-up terutama dasar bedak oklusif. Tetapi, wajah tampak menarik adalah bagian penting dari penampilan seseorang untuk meningkatkan rasa percaya diri, terutama bagi seorang penderita jerawat sehingga bukan semua make-up mutlak harus dihindari. Bedak tabur dapat digunakan tanpa banyak menimbulkan masalah dan panduan umumnya adalah ketika membeli kosmetik, perhatikan label ’non-comedogenic’ atau ’formulasi khusus untuk kulit berminyak’.

Sampai saat ini secara medis, menghindari paparan matahari lebih ditujukan agar bekas jerawat tidak menghitam. Disarankan untuk memakai tabir surya dengan SPF 15 non-oily untuk meminimalkan masalah kulit yang berhubungan dengan sinar matahari

Entry filed under: Kesehatan Kulit. Tags: , .

7 kunci sehat ala Hiromi Shinya Bagaimana cara memilih tabir surya?

2 Komentar Add your own

  • 1. aisonhaji  |  September 21, 2008 pukul 2:45 am

    Selamat nge-blog ya sayang ! apa yang menjadi pemikiran dan ide yang kiranya bermanfaat untuk orang banyak tulis saja di blog ini.

    Balas
  • 2. mariasonhaji  |  September 21, 2008 pukul 3:26 am

    trims ya.. ajarin terus cara nge-blog yang okey ya..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


jumlah kunjungan

  • 124,344 kunjungan
September 2008
S S R K J S M
    Okt »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

%d blogger menyukai ini: