Perubahan kulit yang terjadi sekitar masa kehamilan
November 5, 2008
Banyak perubahan yang terjadi pada tubuh seorang hamil, diantaranya perubahan yang terjadi pada kulit (termasuk rambut, kuku, membran mukosa). Perubahan tersebut adalah :
- Hiperpigmentasi. Warna kehitaman ini bisa lokal mau pun menyeluruh, dan terjadi pada hampir 90% wanita hamil. Warna kehitaman dapat timbul pada garis tengah perut bagian bawah, area sekitar puting payudara, ketiak dan sekitar kemaluan serta yang khususnya paling mengganggu adalah di sekitar leher. Warna kehitaman ini seara bertahap akan berkurang dan menghilang setelah melahirkan.
- Garis demarkasi pigmentari. Pada orang-orang yang berkulit gelap terdapat semacam garis batas bagian luar dan dalam lengan atas dan kaki yang ketika hamil dapat lebih jelas.
- Melasma/flek. Meskipun sekitar samping kanan kiri hidung adalah area tersering, melasma juga bisa timbul di dahi, pipi, bibir atas, hidung dan dagu. Terjadinya pada trimester 2 kehamilan dan dialami sekitar ¾ wanita hamil (dan juga dialami 1/3 wanita yang memakai pil KB oral. Melasma karena kehamilan atau pil KB yang mengandung estrogen sekitar 30% akan menetap
- Striae distensae/stretch marks ini terjadi pada hampir semua wanita hamil selama trimester 2 dan 3 masa kehamilan. Ini dapat timbul di area perut, payudara, bokong dan paha. Ini seperti yang terjadi pada sindrom Cushing’s, terapi steroid, dan perubahan berat badan dalam waktu singkat.setelah melahirkan garis-garis ini akan menipis tetapi kadang tidak bisa hilang sempurna.
- Perubahan rambut dan kuku. 1-5 bulan setelah melahirkan rambut akan rontok dan dapat berlangsung sampai satu tahun sebelum akhirnya tumbuh lagi. Sedang perubahan kuku yang terjadi adalah kuku lebih lunak dan lebih apat tumbuh, ini dimulai sejak trimester 1.
- Perubahan membran mukosa. Yang sering terjadi adalah gingivitis.
- Perubahan vaskular, seperti hemoroid ( ambeien) dan varises di kaki dapat terjadi. Untuk menguranginya penderita dilarang duduk atau berdiri dalam waktu lama.
Sumber : Obstetric and Gynecologic Dermatology. 2nd edition. M Black, M McKay
Entry Filed under: Kesehatan Kulit. Tag: artikel, kecantikan, kehamilan, kesehatan.
4 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
kehamilan | November 7, 2008 at 8:53 am
oh..bru tw klo orang hamil bisa berubah kulitnya…knp bs gt ya
2.
mariasonhaji | November 7, 2008 at 12:59 pm
terima kasih Mbak atas tanggapannya. secara umum bisa gitu karena pengaruh hormon tertentu yang meningkat pada waktu hamil, meski pada beberapa kelainan mekanisme pastinya masih dicari. contohnya pada striae distansae/stretch mark, penyebab pastinya belum diketahui, tapi hormon memegang peranan penting karena hormon (adrenokotikal, estrogen dan relaksin) akan membuat regangan pada kulit..bila berminat lebih detail ada beberapa referensi yang menjelaskan satu per satu
3.
dyaz | Desember 15, 2008 at 9:20 am
mbak… antibiotik yang efektif dan paling bagus untuk bakteri staphylococcus aureus ap y???????
4.
mariasonhaji | Desember 16, 2008 at 1:33 am
Trims atas kunjungan dan pertanyaannya, tapi…ini nguji atau ngetes ya…he he he, jadi inget dulu, kalo lagi ujian.. kata literatur sih yang bagus penicillinase-resistant agent contohnya seperti dicloxacillin. Cuma kalo infeksinya dikit/ terlokalisasi kayaknya cukup topikal aja deh, pake mupirocin (lengkapnya ada di artikel Antibiotika Topikal)