Archive for September 23rd, 2008

Kenali faktor-faktor yang mempercepat penuaan dini pada kulit

Terdapat dua proses utama pada penuaan kulit yaitu intinsik dan ekstrinsik. Proses intrinsik (dari dalam/penuaan kronologis) terjadi karena secara genetik perubahan-perubahan pada kulit telah terprogram. Bila proses ekstrinsik tidak ada, maka penuaan kulit akibat proses intrinsik ditandai dengan kulit yang cenderung halus dengan garis-garis yang lebih jelas pada ekstpresi wajah. Sebenarnya, kulit kita mulai menua sejak kita dilahirkan tetapi penuaan ini meningkat dan tampak secara nyata ketika kita mulai berusia 20 tahun.

Tetapi seringkali seseorang tampak lebih tua dari umurnya dan ini disebabkan terjadinya proses penuaan dini atau proses ekstrinsik. Ini terjadi terutama pada area yang terekspos seperti wajah, leher, dan punggung tangan. Proses ekstrinsik disebabkan berbagai faktor dari luar yang sebenarnya dapat diusahakan untuk dikurangi.

Faktor eksternal apa saja yang mempercepat terjadinya penuaan kulit?

  • Kerusakan karena sinar ultraviolet (UV) dalam waktu lama (kronis) pada kulit. Sinar UV adalah sinar yang tidak tampak yang berasal dari matahari. Paparan terhadap sinar matahari yang terus-menerus bertanggung jawab terhadap 80% penuaan kulit pada wajah. Sinar matahari dapat meningkatkan enzim metaloproteinase yang dapat memcah kolagen yang selanjutnya dapat mengakibatkan kerutan pada kulit. Paparan sinar matahari juga dapat meningkatkan produksi pigmen pada kulit. Serat elastik juga menurun sehingga kulit kehilangan elastisitas. Selain itu, radikal bebas yang dihasilkan dapat menambah kerusakan kolagen dan serat elastik.
  • Merokok. Telah diamati sejak lama, terjadi penuaan dini berupa timbulnya kerutan-kerutan pada perokok –terutama perokok perempuan. Perubahan lain yang berhubungan dengan rokok adalah kulit berwarna abu-abu pucat, proses penyembuhan yang lambat bila terjadi luka dan meningkatnya risiko untuk timbulnya kanker di mulut. Seperti halnya sinar UV, merokok juga menyebabkan timbulnya radikal bebas dan menyebabkan protein yang memecah kolagen dan serat elastik. Belum lagi, merokok juga kelembaban kulit. Menurunnya aliran darah ke kulit akibat penyempitan pembuluh darah kecil juga menyebabkan tertimbunnya ’sampah toksik’ di kulit.
  • Pengaruh ekspresi. Ekspresi tertentu pada wajah yang menjadi kebiasaan selama bertahun-tahun pada awalnya hanya menghasilkan kerutan pada saat wajah digerakkan, tetapi lambat laun menjadi permanen. (Sehingga benar adanya ungkapan lama bahwa bila sering marah jadi cepat tua, karena ekspresi pada waktu marah menimbulkan beberapa kerutan yang lama-lama menjadi permanen)
  • Lingkungan dengan kelembaban yang rendah. Pada kondisi ini, kulit lebih sedikit memproduksi minyak dan cenderung lebih banyak air yang hilang lewat kulit. Ini menyebabkan kulit menjadi kering, kasar dan kusam.

Bagaimana mencegah penuaan dini pada kulit?

Tentunya dengan mengatasi penyebab, yaitu faktor-faktor yang telah disebutkan di atas seperti menghindari paparan sinar matahari yang kronis ( bahkan harus dikurangi sejak masa anak-anak), tidak merokok, menghindari mengernyitkan wajah secara berlebihan dan bila harus sering terkena AC maka pelembab harus secara rutin dipakai.

6 comments September 23, 2008

Ayah mencuri harta milik sang anak. Bagaimana?

Dikisahkan, saat Rasulullah masih hidup, datanglah seorang pemuda yang mengadu kepada Beliau tentang ayahnya yang suka mencuri harta milik sang anak. Rasul SAW berujar : “Panggilah ayahmu untuk menghadapku”.

Saat pemuda itu pergi untuk memanggil ayahnya, maka datanglah Malaikat Jibril AS menghampiri Rasulullah SAW. Jibril berkata : “ Wahai Muhammad, bila ayah pemuda itu datang, maka tanyakanlah padanya apa yang telah ia ucapkan dalam hati dan tidak terdengar oleh kedua telinganya”.

Beberapa saat kemudian, sang pemuda datang menghadap Rasulullah sambil membawa ayahnya. “ Wahai Bapak, anakmu mengadu bahwa engkau telah mencuri hartanya, apakah hal ini benar?”

Maka sang ayah menjawab, “ Ya Rasul, silakan tanya kepadanya telah aku apakan uangnya, apakah aku berikan kepada bibinya atau aku makan sendiri?”

Rasulullah SAW lalu menukas,”Izinkan aku untuk tidak membahas hal ini. Namun bolehkah aku tahu apa yang telah kau ucapkan dalam hati dan tidak terdengar oleh kedua telingamu?”

“Demi Allah, aku semakin percaya bahwa engkau adalah utusan Allah. Aku memang telah mengucapkan sesuatu dalam hati yang tiada terdengar oleh kedua telinga ini”, ujar sang ayah.

Kata Rasul, “Sampaikanlah ucapanmu itu!” Ayah pemuda tadi lalu membaca sebuah syair yang ia gubah untuk si pemuda buah hati dan belahan jiwanya.

Saat engaku lahir aku memberimu makanan

Saat kau beranjak besar, aku selalu setia menjagamu

Engkau diberi minum atas jerih payahku

Jika kau sakit, di malam hari selama itu, mataku tak terpejam

Hingga tubuhku limbung sebab kantuk yang menyerang

Seolah akulah yang sakit, bukan engkau

Wahai anakku, aku meneteskan air mata sebab khawatir engkau akan mati

Padahal aku tahu bahwa ajal manusia telah digariskan

Saat engkau beranjak dewasa, saat di mana telah pantas aku menggantungkan diri padamu

Kau balas diriku dengan kekerasan dan kekasaran

Seakan engkau adalah satu-satunya pemberi kebaikan padaku

Andai saja ketika itu tak dapat ku penuhi hakku sebagai ayah

Kau perlakukan aku tak ubahnya seperti seorang jiran yang hidup bertetangga.

Usai mendengar syair tersebut, Rasulullah SAW terharu lalu menghardik sang anak dengan sabdanya,” Anta wa maaluka li abiika. Engkau dan hartamu adalah milik ayahmu.” (HR. Abu Daud & Ibnu Majah)

Kisah di atas saya kutip dari majalah Wanita (suplemen Republika) edisi September 2008 mengajarkan pentingnya menyayangi dan berbakti kepada orangtua. Bahkan, bagaimanapun keadaannya. Apalagi bila orangtua kita lebih baik dari seorang ayah di kisah tersebut. Semoga bermanfaat & dapat menjadi bahan renungan bagi saya dan pembaca…

1 comment September 23, 2008

Waspadai sinar matahari!

Banyak yang menganggap bahwa sinar matahari adalah sumber vitamin D yang sangat penting bagi kita, padahal kenyataannya kita tidaklah seperti tumbuhan yang sangat memerlukan sinar matahari untuk tumbuh dan mempertahankan kehidupan secara langsung. Pada masyarakat yang hidup sehat (tidak/jarang mengkonsumsi junk food) kebutuhan vitamin D sudah tercukupi dari diet normal sehari-hari.

Efek yang lebih nyata akibat paparan sinar matahari secara langsung pada manusia justru efek yang berbahaya terutama pada kulit dan mata. Sehingga, seperti halnya olah raga dan diet yang seimbang, maka melindungi diri dari paparan sinar matahari juga merupakan hal yang penting, baik untuk menjaga kesehatan sekaligus penampilan.

Beberapa tahun terakhir, efek buruk akibat paparan sinar matahari lebih berbahaya dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan berkurangnya lapisan ozon pada atmosfir bumi. Kita ketahui bahwa lapisan ini berfungsi sebagai ‘protective filter’ untuk melindungi kita dari radiasi ultraviolet yang berbahaya.

Untuk lebih jelas, di bawah ini akan disebutkan beberapa bahaya yang ditimbulkan oleh paparan sinar matahari.

  • Sunburn (kulit terbakar)
  • Fototoksik ( reaksi tidak menyenangkan yang timbul setelah seseorang mengkonsumsi makanan/ obat tertentu atau mengaplikasikan bahan kimia atau ekstrak tumbuhan tertentu pada kulit)
  • Chloasma/ melasma (flek pada wajah)
  • Penuaan dini dan precancer
  • Kanker kulit
  • Menurunkan kekebalan tubuh
  • Kerusakan mata

Sebagai penduduk negara tropis, tentunya kita tidak mungkin setiap hari menghindari dari sinar matahari. Lantas, bagaimana solusinya? Salah satunya adalah dengan pemakaian tabir surya. Tetapi, meski dengan pemakaian tabir surya yang tepat (memilih yang SPFnya tepat, sediaannya tepat, kandungannya tepat, dipakai sekitar 30 menit sebelum terpapar matahari, dlsb), bukan berarti kita boleh ’menantang’ sinar matahari. Tetap sebisa mungkin menghindari paparan sinar matahari langsung dalam waktu yang lama.

Selain itu, karena sinar matahari juga berbahaya bagi mata, maka pakailah selalu ’kaca mata pelindung’ (sunglasses) bila berada di luar ruangan dan terpapar radiasi sinar matahari. Kacamata pelindung ini bukan hanya melindungi mata, tetapi juga melindungi kulit sekitar mata. Karena bila terkena silau kita cenderung memicingkan mata, dan bila ini terjadi terus-menerus, maka kulit sekitar mata kita akan lebih cepat keriput. Seperti halnya pemilihan tabir surya, maka penting juga memperhatikan pemilihan kaca mata pelindung (seberapa besar perlindungan yang akan diberikan, warna/ kadar gelap dari lensa, ukuran yang tepat dlsb)

Sumber : How to have younger looking skin every day, Karen Burke M.D, Ph.D.

Add comment September 23, 2008


jumlah kunjungan

 

September 2008
S S R K J S M
    Okt »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Tulisan Teratas

Tulisan Terakhir

Komentar Terakhir

shadiq di Apa saja sih penyebab rambut r…
ratna fitriana di Seputar Keputihan yang ‘n…
rita tamby di 7 kunci sehat ala Hiromi …
Alis di Bagaimana cara memilih tabir…
KLIK DISINI di 7 kunci sehat ala Hiromi …

Blogroll

Kategori Awan

Belajar agama Kesehatan kelamin Kesehatan Kulit Kesehatan umum makalah ilmiah Sekedar komentar