Archive for September 21st, 2008
Jerawat … apa itu ?
Jerawat…yaa jerawat, siapa sih orang yang nggak mengenal kata yang satu ini? Banyak orang, utamanya remaja pernah dipusingkan dengan jerawat. Dari sedikit pusing karena hanya 1-2 jerawat muncul waktu mau datang bulan, sampai yang bikin pusing tujuh keliling bahkan stres berat karena wajah dipenuhi jerawat.. Berbagai usaha dilakukan untuk mengenyahkan ’asesori’ yang tidak diinginkan ini. Saran dari tetangga, sesepuh, teman, iklan dan lain sebagainya telah dilakukan. Tapi, terkadang semakin berusaha disingkirkan justru semakin banyak yang muncul. Selain itu, mitos-mitos seputar jerawat pun simpang siur sehingga menambah bingung bagi penderita jerawat untuk mengatasinya. Karena itu, di sini saya akan berbagi berbagai hal tentang jerawat yang sumbernya sebagian besar saya ambil dari ”Acne, facts and tips for clear skin” dari National Skin Center Singapura. Dengan pengetahuan yang benar, diharapkan penderita jerawat dapat mengatasinya dengan benar pula, sehingga masalah dapat diatasi tanpa menimbulkan masalah baru…
Apakah Jerawat itu?
Jerawat adalah keradangan kelenjar yang memproduksi sebum atau minyak pada kulit, yang menghasilkan terbentuknya komedo tertutup (whiteheads), komedo terbuka (blackheads), atau benjolan yang meradang berwarna merah dan berisi nanah. Jerawat paling sering muncul (80%) pada remaja dan dewasa muda usia 11-30 tahun. Jerawat terbentuk karena keterlibatan berbagai faktor yaitu genetik, hormon, produksi sebum yang berlebihan, tertutupnya pori-pori, bakteri dan respon kekebalan tubuh.
Faktor-faktor apa saja yang membuat jerawat semakin memburuk?
Banyak faktor yang membuat jerawat menjadi semiakin memburuk. Diantaranya adalah :
- Memencet jerawat
- Pada 40% wanita jerawat timbul ketika akan menstruasi
- Stres
- Pemakaian krim dan obat oles yang tidak semestinya
- Konsumsi obat-obatan tertentu
- Iklim
- Pekerjaan
Mitos-mitos yang berkembang seputar jerawat…
- Makanan tertentu menyebabkan jerawat
- Makanan berwarna hitam menyebabkan bekas jerawat menjadi hiperpigmentasi (kehitaman)
- Memencet jerawat mdapat membuka pori-pori dan membantu penyembuhan jerawat
- Higiene yang buruk menyebabkan jerawat
- Semua make-up harus dihindari
- Sinar matahari memperburuk jerawat
Faktanya…
Menurut literatur, belum ada bukti bahwa diet berperan penting pada timbulnya jerawat sehingga sebenarnya pembatasan yang kaku terhadap makanan-makanan yang dianggap ’penyebab jerawat’ seperti coklat, kacang, gorengan tidaklah perlu dilakukan. Untuk menjaga kesehatan secara umum disarankan diet dengan tinggi serat, rendah lemak, garam serta membatasi gula.
Mengenai makanan gelap seperti kopi, yang disebutkan mengakibatkan hiperpigmentasi (warna kulit kehitaman) pada proses penyembuhan jerawat, secara medis tidak terbukti. Faktanya, kehitaman pada kulit disebabkan hasil dari proses peradangan.
Memencet-mencet jerawat adalah kebiasaan yang buruk yang sering dilakukan penderita dan bukannya jerawat menyembuh, yang didapat malah peradangan yang lebih luas. Bekas yang ditimbulkan pun jadi lebih buruk dengan kecenderungan jaringan parut yang timbul lebih dalam, dan bekas hitam yang lebih gelap dan lebih sulit untuk hilang.
Akibat pengertian yang salah bahwa jerawat timbul karena higiene yang buruk, penderita sering berusaha membersihkan wajahnya berulang kali dalam sehari dengan tekanan/gosokan yang berlebihan dan menggunakan pembersih yang abrasif sehingga yang didapat adalah kulit wajah semakin iritasi, merah dan meradang. Yang dianjurkan adalah membersihkan wajah secara lembut memakai pembersih yang ringan dengan frekuensi 2-3 kali sehari. Tindakan ini dapat membantu mengangkat minyak pada permukaan kulit tanpa menyebabkan iritasi yang tidak diinginkan
Mengenai make-up, memang dianjurkan untuk menghindari oil based make-up terutama dasar bedak oklusif. Tetapi, wajah tampak menarik adalah bagian penting dari penampilan seseorang untuk meningkatkan rasa percaya diri, terutama bagi seorang penderita jerawat sehingga bukan semua make-up mutlak harus dihindari. Bedak tabur dapat digunakan tanpa banyak menimbulkan masalah dan panduan umumnya adalah ketika membeli kosmetik, perhatikan label ’non-comedogenic’ atau ’formulasi khusus untuk kulit berminyak’.
Sampai saat ini secara medis, menghindari paparan matahari lebih ditujukan agar bekas jerawat tidak menghitam. Disarankan untuk memakai tabir surya dengan SPF 15 non-oily untuk meminimalkan masalah kulit yang berhubungan dengan sinar matahari
2 comments September 21, 2008
7 kunci sehat ala Hiromi Shinya
Tadi pagi saya melihat acara di TV membahas penyakit tumor otak yang diderita Gugun Gondrong. Dari bincang-bincang tersebut salah seorang sahabat Gugun Gondrong mengungkapkan bahwa selama ini Gugun Gondrong tidak pernah mengeluh tentang penyakit kecuali sakit maag yang tidak lain adalah penyakit lambung. Selain itu, salah satu narasumber yang hadir pada acara tersebut menyatakan bahwa faktor makanan tidak ada kaitannya dengan kejadian tumor otak tersebut. Kalau saya mendengar pernyataan ini 1 minggu yang lalu mungkin saya tidak terlalu tertarik untuk mengomentarinya. Tapi karena saya baru saja menyelesaikan membaca buku The Mircle of Enzym-nya Hiromi Shinya, saya jadi tergelitik untuk memberi komentar. Bukan masalah Gugun Gondrong yang akan saya bahas (kalau musibah tersebut saya ikut berdoa semoga Allah segera memberi kesembuhan dan ia dapat sehat serta beraktifitas seperti sediakala) melainkan pernyataan makanan , sakit maag dan tumor otak yang menarik perhatian saya.
Dalam buku tersebut dikatakan bahwa makanan dan keadaan saluran pencernaan (antara lain lambung dan usus) berhubungan dengan timbulnya tumor entah jinak atau ganas, dan lebih jauh lagi dapat berhubungan dengan semua penyakit baik yang sudah muncul mau pun yang masih dorman (belum muncul).. Bagaimana hal tersebut dapat diterangkan?
Hiromi memaparkan bahwa seluruh tubuh dan funginya yang tak terhitung banyaknya dapat dipahami dengan sebuah kata kunci yaitu enzim. Makhluk hidup, entah manusia, hewan atau tumbuhan sekalipun tak akan dapat bertahan tanpa adanya enzim. Lebih dari 5000 jenis enzim vital diciptakan dalam sel-sel tubuh kita dan kita juga memproduksi enzim dengan menggunakan enzim yang terdapat di dalam makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari. Bila kita kekurangan enzim tertentu atau yang lebih parah kehabisan enzim tertentu maka timbullah penyakit.
Sehingga secara umum, bila ingin menjaga kesehatan agar tidak terkena penyakit maka kita perlu memperhatikan apa, kapan dan bagaimana makanan dan minuman kita. Dan karena makanan dan minuman dapat ‘digunakan’ oleh sel-sel tubuh kita setelah melewati organ pencernaan, maka penting sekali menjaga agar lambung dan usus kita selalu sehat (dari pengalamannya sebagai ahli endoskopi gastrointestinal, ia memperlajari bahwa bila sistem pencernaan seseorang besih maka orang tersebut dapat melawan penyakit jenis apa pun dengan mudah, sebaliknya bila sistem pencernaan seseorang tidak bersih orang tersebut rentan menderita suatu penyakit)
Untuk singkatnya ada beberapa faktor yang harus dilakukan (atau dihindari) untuk menjaga agar karakteristik lambung dan usus tetap baik yang oleh Dr. Shinya disebut 7 kunci untuk hidup sehat :
- Menu makanan yang baik, yaitu terdiri dari :
- 85-90% makanan nabati berupa biji-bijian, sayuran dan buah-buahan (yang paling baik adalah yang ditanam secara organik, karena bahan kimia hanya memboroskan ‘energi dan enzim’ yang sebenarnya bisa dipakai untuk keperluan lain tubuh kita ).
- Sekitar 10-15% berupa protein, sumber paling baik adalah ikan kecil (karena ikan besar mengandung merkuri) dan konsumsi daging sapi atau domba harus dibatasi atau dihindari.
- Makanan dan bahan yang harus dihindari/dibatasi : teh hijau jepang, teh cina, kopi, makanan yang manis dan gula, nikotin, alkohol, cokelat, lemak dan minyak, garam meja biasa (gunakan garam laut yang mengandung mineral)
- Cara makan yang baik adalah berhenti makan 4-5 jam sebelum tidur, mengunyah setiap suap 30-50 kali, makan buah atau minum jus 30-60 menit sebelum waktu makan dan konsumsilah lebih banyak makanan mentah atau dikukus sebentar ( menggoreng sangat tidak dianjurkan),
- Mengkonsumsi air yang baik yaitu air yang memiliki kekuatan reduksi yang besar, yang belum terpolusi oleh zat-zat kimia.
- Orang dewasa sebaiknya minum 6-10 gelas setiap hari
- Minum 1-3 gelas air setelah bangun tidur pagi hari
- Minum 2-3 gelas air sekitar 1 jam sebelum setiap waktu makan
- Pembuangan yang teratur (jangan gunakan obat pencahar)
- Olah raga secukupnya (olah raga berlebihan justru akan menghasilkan sejumlah radikal bebas yang besar)
- Istirahat yang cukup
a. Pergi tidur pada waktu yang sama setiap malam dan dapatkan tidur 6-8 jam tanpa terputus
b. Lakukan tidur singkat setelah makan siang (sekitar 30 menit)
6. Pernapasan dan meditasi
a. Bermeditasi
b. Berpikiran positif
c. Kenakan pakaian longgar yang tidak menyesakkan napas
7. Kebahagiaan dan cinta
a. Kebahagiaan dan cinta akan meningkatkan faktor enzim tubuh, terkadang bagai keajaiban
b. Luangkan waktu untuk sikap menghargai
c. Hidup penuh semangat dan hadapi hidup, pekerjaan dan orang-orang yang Anda cintai dengan sepenuh hati.
Saya sangat sependapat dengan Hiromi, dan menurut saya ada satu hal yang sangat penting yang perlu ditambahkan untuk mendapatkan kesehatan yang utuh lahir dan batin, yaitu mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan berusaha mematuhi segala perintah-Nya dan berusaha menjauhi segala larangan-Nya. Memang, menjaga kesehatan cukup sulit, butuh pengorbanan dan terkadang cukup mahal harganya. Tetapi bila kita sakit, tidak saja lebih mahal harganya, melainkan juga lebih terasa sulitnya..Bagaimana pendapat Anda?
17 comments September 21, 2008